Kamis, 03 Maret 2011

Orang – orang yang Didoakan oleh Malaikat

Allah SWT berfirman, “Sebenarnya (malaikat – malaikat itu) adalah hamba – hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah – perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa’at melainkan kepada orang – orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati – hati karena takut kepada-Nya” (QS Al Anbiyaa’ 26-28).

Inilah orang – orang yang didoakan oleh para malaikat :

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci. Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci’”. (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37).

2. Orang yang duduk menunggu shalat. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’”. (Shahih Muslim no. 469).

3. Orang – orang yang berada di shaf bagian depan di dalam shalat. Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang – orang) yang berada pada shaf – shaf terdepan”. (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130).

4. Orang – orang yang menyambung shaf (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalm shaf). Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang – orang yang menyambung shaf – shaf”. (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272).

5. Para malaikat mengucapkan ‘Amin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah. Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu”. (Shahih Bukhari no. 782).

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia’”. (Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini).

Bersambung Insya Allah..

Orang – orang yang Didoakan oleh Malaikat. [ 2 ]



Orang – orang yang Didoakan oleh Malaikat
Oleh : Syaikh Dr. Fadhl Ilahi

Allah SWT berfirman, “Sebenarnya (malaikat – malaikat itu) adalah hamba – hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah – perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa’at melainkan kepada orang – orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati – hati karena takut kepada-Nya” (QS Al Anbiyaa’ 26-28).

Inilah orang – orang yang didoakan oleh para malaikat :


6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia’”. (Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini).

7. Orang – orang yang melakukan shalat shubuh dan ‘ashar secara berjama’ah. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku ?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat’”. (Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir).

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan’”. (Shahih Muslim no. 2733).

9. Orang – orang yang berinfaq. Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit’”. (Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010).

10. Orang yang makan sahur. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang – orang yang makan sahur”. (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519).

11. Orang yang menjenguk orang sakit. Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh”. (Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, “Sanadnya shahih”).

12. Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain. Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain”. (dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343).

Testimoni / Karguzari Yang Pernah Keluar 3 Hari

Mustafa (source : http://usahadawah.com)

Saya sudah mengenal jamaah dakwah ini beberapa tahun yang lalu, karena banyak keluarga yang ikut di dalamnya. Tapi saya baru menyempatkan diri ikut keluar tiga hari. Kesan saya adalah subhanalloh, apa yang dilakukan sangat mulia dan sangat baik sekali. Dan semua aktifitasnya memang bersandar kepada sunnah Nabi kita semua yang agung, Nabi Muhammad SAW.

Dengan keluar tiga hari saya merasakan betapa nikmatnya amalan jam’iah, baik saat beribadah sholat berjamaah, taklim berjamaah, bahkan pada saat makan berjamaah dan kegiatan jam’iah lainnya. Dan yang lebih istimewa lagi, amalan jam’iah ini dilakukan oleh semua anggota rombongan tanpa membedakan satu sama yang lain.

Ada ustadz, ada dosen, ada pegawai, ada pengajar, ada mahasiswa, ada santri, ada pensiunan. Ada yang baru keluar, dan ada pula yang sudah sering dan lama keluar. Tapi semua menyatu dan dengan sungguh-sungguh mengikuti semua program yang sudah disiapkan.
Dengan keluar tiga hari saja sudah sangat terasa hubungan persaudaraan sesama muslim yang erat. Sikap saling memuliakan dan menghormati sesama muslim sangat kental terasa. Insya Alloh kegiatan dakwah ini bisa terus mendorong umat muslim untuk terus berdakwah demi tegaknya Islam di seluruh alam.

Bukankan Nabi kita sudah mengajak kita semua untuk berdakwah walaupun dengan satu ayat (mungkin maksudnya walaupun ilmu agama kita masih minim). Tidak perlu menunggu menjadi ulama untuk bisa berdakwah. Tapi sampaikan yang sederhana yang kita pahami. Begitulah sekelumit kesan saya setelah mengikuti keluar tiga hari.

Bagi penggemar durian, enaknya durian, bisa diceritakan hanya kepada orang yang pernah merasakan kelezatannya. Kepada saudaraku sesama muslim, yang belum pernah keluar, coba deh, anda akan merasakan kelezatannya. Wallau ‘alam.

Kebencian Itu Awal Dari Hidayah


Kaifa Ihtada
15/2/2010 | 29 Shafar 1431 H | Hits: 4.564

Oleh: M. Syamsi Ali, M.A.


Kirim Print

dakwatuna.com – New York, Pagi ini, Rabu 10 Pebruari, kota New York sedang dilanda badai salju. Sejak tengah malam lalu, salju turun tiada henti membuat jalanan menjadi sepi dan licin. Kebanyakan warga memilih tinggal di rumah, berbagai institusi ditutup sementara, termasuk sekolah-sekolah dan bahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Saya sendiri cukup malas untuk meninggalkan rumah pagi tadi. Tapi entah apa, rasanya saya tetap terpanggil untuk melangkahkan kaki menuju kantor PTRI, dan selanjutnya ke Islamic Center. Ternyata kantor PTRI juga pagi ini hanya dibuka hingga pukul 12 siang.

Aku pun segera menuju Islamic Cultural Center of New York dengan tujuan sekedar shalat Zhuhur dan Ashar sekalian. Lazimnya, ketika ada badai salju atau hujan lebat, jamaah meminta untuk menjamak’ shalat. Setiba di Islamic Center saya segera menuju ruang shalat, selain untuk melihat apakah pemanas ruangan telah dinyalakan atau belum, juga untuk shalat sunnah.

Tiba-tiba saja Sekretaris memanggil, ‘Some one is waiting for you!’. ‘Let me do my sunnah and will be there!’, jawabku.

Setelah shalat sunnah, segera saya menuju ke ruang perkantoran Islamic Center. Di ruang tamu sudah ada seseorang yang relatif berumur, tapi nampak elegan dalam berpakaian. ‘Hi, good morning!’, sapaku. ‘Good morning!’, jawabnya dengan sangat sopan dan ramah. ‘Waiting for me?’, tanyaku sambil menjabat tangan. ‘Yes, and I am sorry to bother you at this early time’, katanya sambil tersenyum.

Saya mengajak pria berkulit putih tersebut ke ruangan kantor saya. Dengan berbasa-basi saya katakan ‘wah mudah-mudahan Anda diberikan pahala atas perjuangan mengunjungi Islamic Center dalam suasana cuaca seperti ini’. ‘Oh not at all!. We used to this kind of weather’, jawabnya.

So, what I can do for you this morning’, tanyaku memulai pembicaraan. Tanpa saya sadari orang tersebut masih berdiri di depan pintu. Barangkali dia tidak ingin lancang duduk tanpa dipersilakan. Memang dia nampak sopan, tapi dari kata-katanya dapat dipahami bahwa dia cukup terdidik. ‘Please do have your sit!’, kataku. ‘Thanks sir!’, jawabnya singkat.

Setelah duduk saya ulangi lagi, pertanyaan sebelumnya ‘what I can do for you this morning?’. ‘Sambil membalik posisi duduknya, dia melihat ke saya dengan sedikit serius, tapi tetap dengan senyumnya. ‘I am here for….’, seolah terhenti..’for some clarifications!’, jawabnya. ‘I have been reading, I have observed, even I have learned about the religion, and to be honest I know about it a great deal!’, jelasnya.

That’s great!’, selaku. Tiba-tiba dia memotongBut I don’t know, from time to time, I feel my suspicion about it and about the Muslims grows’. Dia terdiam sejenak lalu menyambung ‘I kind of don’t believe what I know about it!’,. ‘What do you mean?’, tanyaku singkat.

Sekali lagi sang pria tersebut merubah posisi duduknya lalu bercerita. ‘I used to be very angryI really hated this religion!’, jelasnya. ‘In last many years, if it is in my hand I would have crashed it and its followers. I felt the religion and those who follow it invaded my country!, jelasnya dengan sangat serius. ‘And so, what happened?’, pancingku. Kini dia kembali tersenyum, lalu menyambung ceritanya.

Untuk singkatnya, saya menuliskan beberapa catatan ceritanya, bagaimana kebencian nya kepada agama Islam menjadi awal ‘kehausan’ untuk mencari tahu. Suatu hari dia membeli makanan di pinggir jalan (Halal Food) di kota Manhattan . Perlu diketahui, mayoritas mereka yang jual makanan di pinggir jalan di kota New York adalah Muslim. Lalu menurutnya, di gerobak penjual makanan itu tertulis ‘Laa ilaaha illa Allah-Muhammad Rasul Allah’ dalam bahasa Arab. Kebencian nya yang sangat kepada Islam membuatnya tidak bisa menahan diri untuk mengata-ngatai penjual makanan itu ‘don’t turn people away from buying your food with that ….(bad word)’, katanya sinis!.

Tapi menurutnya lagi, sang penjual itu tidak menjawab dan hanya tersenyum, bahkan merespon dengan ‘Thank you for coming my friend!’.

Singkatnya, menurut dia lagi, sikap penjual makanan itu selalu teringat di pikirannya. Bahkan sikap itu menjadikannya merasa bersalah, tapi pantang untuk datang meminta maaf. Ke tidak inginnya meminta maaf itu, katanya sekali lagi, karena kebencian nya kepada agama ini. ‘That really made me angry to my self, but really curious at the same time!’, sambungnya.

In the beginning, I was just googling some informations about the religion. Then listening to some lectures on Youtube (especially Hamzah Yusuf’s ones)’, ceritanya. Setelah itu kemudian membeli beberapa buku karangan non Muslims, termasuk sejarah Rasul oleh Karen Amstrong, Shari’ah oleh John Esposito, dll.

The more I learned, the more I feel being suspicious and confused!’, heran nya. Saya kemudian memotong ‘Had you ever thought, why is that?’. ‘I don’t know, but I think media factors!’, jawabnya singkat. Tapi kemudian segera menyambung bahwa setiap kali dia melihat pemboman, pembunuhan, pengrusakan, dan bahkan beberapa aksi films, ada-ada saja Muslim yang terkait. ‘I really don’t know and confused, what kind of Islam these people are practicing?’.

Dia kembali berbicara panjang, seolah menyampaikan ceramah kepada saya tentang ‘jurang besar’ antara ilmu tentang Islam yang dia pahami dan berbagai perangai yang dia lihat dari beberapa Muslim selama ini. Di satu sisi, dia kagum dengan sikap penjual makanan tadi. Tapi di satu sisi, dia marah dengan sikap beberapa orang Islam yang justru melakukan berbagai (apa yang disebutnya sebagai) ‘kejahatan atas nama Islam’. ‘And so, which side will I be, if one day I will be a Muslim?’, tanyanya pada dirinya sendiri.

Setelah selesai, saya kemudian memulai mengambil kendali. ‘First, congratulations!’, kataku singkat. Dia nampak bingung dengan ucapan saya itu.

Segera saya sambung ‘You have been a real American!’. Dia tersenyum tapi masih belum paham.

Americans are those when don’t know they inquire’, jelasku. ‘I think your anger is well understandable. Firstly, because you don’t know and the remedy to that is to seek and inquire. Second, the media factors and the remedy to that is to clarify. And I think you did both’, jelasku.

Saya kemudian mengajak dia mendiskusikan berbagai hal. Mulai dari sejarah peperangan, terorisme, pembunuhan, pengrusakan, dari dulu hingga sekarang. Dan sebaliknya, bagaimana Islam telah memainkan peranan besar dalam membangun peradaban manusia.

Throughout our human’s history, what you are seeing these days are not surprising and new’. How many lives have been taken, properties have been destroyed, home damaged?’, tanyaku. ‘And from the beginning of Prophet Muhammad preached this religion in the 7th century in Arabia, up to this day….how many wars and killings that have been Muslims as perpetrators?’, tanyaku lagi.

Dia nampak hanya geleng-geleng kepala dengan contoh-contoh yang saya berikan. Dari Hitler, Stalin, Perang Dunia I dan II, Hiroshima dan Nagasaki , dst. Berapa di antara mereka yang terbunuh, dan siapa yang melakukan? Peperangan di Irak, berapa yang terbunuh ketika jet-jet Amerika men drop bom di perkampungan-perkampungan? Siapa mayoritas tentara Amerika?

Kemudian, pernahkah dilakukan studi secara dekat, untuk mengetahui apakah benar bahwa pemboman, pembunuhan, pengrusakan yang dilakukan oleh beberapa Muslim selama ini, walau atas nama Islam, memang justified by Islam? Dan benarkah bahwa memang motif nya karena memperjuangkan Islam dan Muslims, atau karena memang Islam dan Muslims adalah jembatan menuju kepada ‘interest tertentu?’, ceritaku panjang lebar.

Tanpa terasa, waktu adzan Zhuhur telah tiba. ‘Sorry, that is what we call adzan or the call to pray’, jelasku. Saya diam sejenak, dia juga nampak diam mendengarkan adzan dari Sheikh Farahat, muadzin yang baru diterima sebagai pegawai di Islamic Center. Suara tamatan Al-Azhar ini memang sangat indah.

Setelah adzan, saya kembali menyambung pembicaraan. Saat ini kita membicarakan berbagai ke tidak adilan yang terjadi di berbagai belahan dunia, dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Secara ekonomi hanya segelintir yang menikmati kue alam, secara politik ada pemaksaan sistemik kepada negara lain, dst.

With all this, and by no way to say that killings, especially when we come to the lives of innocents and civilians, are justified in the name of struggling for justice’, lanjutku.

Tapi karena waktu sangat singkat, saya bertanya ‘what do you think? Is there any thing that you do object to?’, pancingku. Dia nampak diam, tapi tersenyum dan mencoba berbicara.

You are right!’, katanya singkat. ‘I have been unfair to my own self! My association of Islam to behavior of some Muslims is completely unfair’.

You got the point, sir!’, jawabku singkat. ‘Now, I have to leave you for a while. I need to pray!’, kataku sambil meminta maaf.

Tiba-tiba saja dia melihat saya dengan sedikit serius. Kali ini tanpa senyum dan berkata ‘What should I do to be a Muslim?’, tanyanya. ‘Are you serious?’, tanyaku. ‘Yes!’, jawabnya singkat. ‘Follow me!’, ajak ku.

Saya ajak dia ke ruang wudhu, mengajarinya berwudhu, lalu ke ruang shalat. Sambil menunggu waktu iqamat, saya menyampaikan kepadanya ‘What I am going to do is leading you in declaring your new faith by what we call shahadah. And it is to testify that there is no god worthy to be worship by Allah and Muhammad is His Messenger’, jelasku seraya mengingatkan apa yang pernah dia lihat dahulu di gerobak penjual makanan itu.

Sebelum iqamat dimulai saya ajak, Peter Scott, nama pria tersebut ke depan jamaah dan menuntunnya mengucapkan ‘Asy-hadu anlaa ilaaha illa Allah wa asy-hadu anna Muhammadan Rasul Allah’, seraya diikuti gema takbir sekitar 200-an jamaah shalat Zhuhur hari ini.

Peter, you are a Muslim, like others here today, nothing in you is less. In fact, you are better then us because you chose to be, not only born into it and follow it’, jelasku sambil meminta untuk mengikuti gerakan-gerakan shalat sebisanya, tapi dengan konsentrasi.

Allahu Akbar! Semoga Peter selalu dijaga dan dijadikan pejuang di jalan-Nya!

New York, 10 Pebruari 2010

Rabu, 02 Maret 2011

PENGALAMAN KELUAR 40 HARI DIKAWASAN "ORANG MAKAN ORANG" PART 1

Assalamualaikum ini cerita semasa saya keluar 40 hari dikawasan orang makan orang. Masa tu saya masih student kat UPM Serdang tahun 1983. Karguzarinya begini masa tu kalau nak keluar 4B @ 40H jika tidak musim istimak yg diadakan 3 kali setahun kami akan kumpul kat masjid India markas KL . Begitulah dengan jemaah kami datang dari KL, Melaka lagi saya tak ingat ada 6 orang.Jemaah kami diputus oleh syura keluar di Medan Indonesia. Masa itu hanya orang yg kahwin sahaja yg dibenar keluar di Indonesia. Tapi Allah telah pilih saya untuk keluar di sana. Bila dah bentuk jamaah dan kumpul mula bermesyuarat, perkara pertama kami mesyuarat ialah penerbangan, set taalim dan set taam. Tiket dan set Taalim kita beli kat KL, tapi set Taam beli kat Medan. Pendek cerita sampai di Markas Medan Masjid India Jalan Gajah dekat dgn Pasar, kami mesyuarat kumpul wang beli set taam. Jemaah ni semua orang dah kerja saya sahaja student ,saya bawa RMnya cukup-cukup sahaja. satu minggu kat Medan kami di hantar kesatu tempat baru, mengikut syura Medan, kami adalah jemaah pertama yang masuk kesitu. Sebelum berangkat Amer Medan karguzari tempat tersebut adalah kawasan Batak makan orang, banyak tawakkal dengan Allah. Kami bertolak pagi hari, menaiki bas menaiki bukit, jalannya langsung tidak elok dan merbahaya dipenuhi dengan gaung dan sekitar jalannya juga ada "Rampok Lompat"(permpak yang merompak bas, ia tunggu diatas pokok pada selekoh merbahaya, kemudian apabila bas tiba untuk belok bas akan perlahankan kelajuannya, perompak itu akan lompat diatas bumbung bas yang ada barang2, dibunuhnya penjaga barang dan dibuangnya barang2 ditepi jalan yag sedia menunggu kekawan perompaknya.) Perjalanan kami amatlah meletihkan tetapi dapat melihat pemandangan kejadian Allah yang cantik dimana kami melewati kawasan Batak,iaitu Kawasan Kabun Jahe, BerasTagi dan Danau Toba. Danau Toba cukup indah dimana ditengah Danau terdapat sebuah pualau yg dinamakan pulau Somasir, pemandangan airnya biru amat cantik, disitu berkumpulnya tourist seluruh dunia menikmati keindahan ciptaan Allah tetapi tidak kenal Allah pencipta keindahan itu. Bas kami penuh sesak tanpa econd tapi semuanya menjadi asbab hidayat, sampai distesyen bas kami terpaksa jalan kaki, kemudian sampai satu pos kami naik pula kuda padi yg kecil tapi pikul barang sahaja, kami kena mendaki bukit yang tinggi. cuacanya amat dingin, minyak masaknya 24jam beku, jadi kami berjalan dengan mendaki bukit dalam keadaan perut yang lapar, masa tu teringatlah perjuangan sahabat yang mendaki gunung menurun lurah dan merentasi padang pasir,hutan belantara dan meredah lautan, jadi kita punya pengorbanan sikit sahaja, itu Allah amat suka dan cinta pada sesiapa yg korbankan harta dan dirinya semata mata harap redza Alaah dan hidayah Allah untuk ummat nabi saw. Tempat yang kami kena usaha namanya PASI, kami sampai waktu malam, selesai solat kami khususi dulu, amersab putus saya dan seorang orang Melaka (nama dah lupa), khususi pak polisi, disitu kami adalah jemaah pertama yg usaha disitu jadi banyaklah soalan yg bukan2, akhir sekali dia mahu halau kami balik ke Medan, saya hanya zikir sahaja, yg bercakap orang Melaka kerana ia tua dari saya, berlakulah soaljawab akhirnya dengan kehendak Allah dia benarkan kami usaha disitu selama 2 minggu, ini semua adalah dengan kehendak Allah jua, dalam keadaan letih kami pulang lagi dengan berjalan agak jauh juga dari Masjid. Malam itu tiada orang tempatan yang tahu kami ada disitu. Pagi besoknya subuh adalah seorang @ dua orang tempatan datang solat, mereka apabila melihat kami terkejut beruk ,kerana tidak kenal siapa kami, tanpa bicara kami bersalaman dengan mereka kemudian solat, lepas solat bayan subuh (jadi bayan Taaruf) lepas habis mereka pun bertanya kami, ..................................... Insya Allah akan bersambung part 2

PENGALAMAN KELUAR 40 HARI DIKAWASAN "ORANG MAKAN ORANG" PART 2

.... Selepas solat subuh kami terus ikram 2 orang tempatan yang solat bersama kami. Kami terangkan maksud kerja dakwah nabi saw. Kami bertanya ehwal orng-orang tempatan, mereka pun mula menceritakan kepada kami ehwal mereka. Mula-mula mereka bertanya kami adakah kami pernah dengar dan tahu ada orang makan orang di Indonesia. Kami mengiyakan pertanyaan mereka. Sebenarnya puak kamilah yang makan orang, iaitu puak BATAK PAK-PAK, Puak inilah yang menghuni dikawasan Pasi yang kami nak usahakan usaha nabi saw kepada mereka. Menyambung cerita lagi kata mereka. bilangan orang Islam di Pasi ini adalah 30%, yang lainnya kristian dan tidak ada agama atau menyembah pokok atau batu atau roh. Tahap agama amat rendah samada ilmu dan juga amal agama, Ustaz tidak datang mengajar kerana sukar untuk mencari ustaz. Untuk mendapat ustaz terpaksa mencari wang yang banyak ini kerana terpaksa mendapat ustaz dari Medan, Ongkos untuk diberi pada ustaz amat tinggi mengikut demand dari ustaz itu sendiri, kemudian kena guna kereta ambil dan hantar, mereka enggak mahu naik bas. Orang Pasi tidak ada wang , jadi bolehlah kita bayangkan bagaimana tahap ilmu dan amal mereka, dan betapa hari ini orang menggunakan agama untuk mencari manfaat dunia. Kami usaha selama 3 hari dimasjid ini yang menjadi masjid daerah kawasan Pasi. Hari pertama saya kena khidmat taam, bila pergi sahaja ke pasar besar Pasi , masyaallah suasana dalam pasar macam dalam kuil, kiri kanan gambar patung yang seram, matanya terbeliak, gigi siong keluar, pendek kata jika tak usaha atas agama memanglah suasana seram dimana tempat syaitan duduk disitu, tapi nabi saw telah ajar kita doa masuk pasar dan kita cuma amal saja dengan yakin. Ikan basah dak ada, cuma ada telur, ikan lengat yang tidak dibuang perut (X boleh makan), sayuran amat murah dan pisang bunga satu tandan cuma 200Rp sahaja (20 sen). selama 3 hari itu ada seorang tempatan yang berminat dengan usaha nabi saw, namanya Dermawan, dia setiap hari bersama kita, jadi amersab suruh kita semua ikramnya agar dapat ambil usaha nabi saw. Jadi kita guna dia untuk khususi seluruh rumah yang ada disitu, tetapi orang tempatan tidak berapa berminat dan mereka tidak datang ke masjid , ini disebabkan kelemahan kami juga kurang tawajjuh dan doa. hari keempat melalui dermawan ini ia cadangkan satu masjid lagi yang terletak di puncak tanah tinggi Pasi tapi kena buat perjalanan yang jauh, ia merupakan kampong kecil dimana semua penduduknya Islam dan kerja mereka menanam kopi yang terbaik diIndonesia, Kami jadi teruja dan bersemangat untuk pergi berusaha disana, jadi disinilah tempat sebenarnya kami betul-betul usaha yang mana kami memang teringat bagaimana sahabat usaha zaman jahiliah dahulu. INSYAALLAH BERSAMBUNG ...

PENGALAMAN KELUAR 40 HARI DIKAWASAN "ORANG MAKAN ORANG" PART AKHIR

Maka kami dengan perasaan yang membara bertolak dari masjid bandar Pasi ke kampong dipuncak gunung dengan berjalan kaki yang jaraknya agak jauh. Apabila sampai dikampong yang kami tujui itu yang mula2 menyambut kedatangan kami ialah sebuah gereja yang diperbuat daripada papan dan kayu, kemudian sekolah tadika mubaligh kristian kemudian baru jumpa rumah orang kampong, berjalan lagi baru jumpa masjid , juga diperbuatdaripada kayu dan papan yang agak lama.

Sampai dimasjid kami mesyuarat dan terus menghantar jemaah khususi door to door, Alhamdulillah bila sahaja jumpa orang kampong yang diajak terus datang ke masjid terus duduk dalam taklim, pada hari pertama sahaja dah suku masjid orang kampong datang, jemaah sudah jadi gelabah sebab mereka ni taknak balik rumah, makan yg dimasak hanya cukup untuk jemaah atau lebih sedikit. jadi orang khidmat tambah lagi masak makanan, semua makan tengah hari di masjid, lepas makan pun mereka juga tidak mahu pulang , rupa-rupanya mereka ini berminat dengan agama sebab apabila kita terangkan pada mereka akan kelebihan amal agama ni mereka seronok nak belajar dan beramal, kami kena korbanlah tidur buat beberapa halkah untuk mengajar asas solat seperti cara solat dan bacaan dalam solat, kebanyakkan mereka tidak tahu bersolat, yang tahu pun banyak yang salah dalam melakukan ketertiban solat dan juga dalam bacaan mereka.

Halkah ini berjalan sampai asar. Lepas asar beri kelebihan dakwah dan ajak untuk keluar ziarah umumi rumah ke rumah, semua orang tempatan angkat tangan nak ikut, masyaallah hebat sungguh puak yang dahulunya makan orang kini telah mengangkat tangan dengan sungguh2 untuk buat kerja nabi saw. lepas minum petang terus buat adab ziarah cara rasul saw, lepas tu tanya siapa yang nak jadi penunjuk jalan semua angkat tangan setelah mendengar kelebihan, begitu juga dengan jurucakap dan juga ameer jemaah, semua angkat tangan. Apabila ziarah dalam kampong bermula ramailah yang diajak terus datang masjid untuk mendengar takril atau ceramah iman di masjid hinggalah kemagrib. Waktu solat magrib, masjid dah separuh lebih penuh termasuk wanita dan kanak2. antara mereka ada yg tidak solat magrib.

Waktu bayan lepas magrib semuanya dudukdengar bayan, apabila taskil dibuat untuk keluar jalan allah , semua angkat tangan termasuk wanita dan kanak2. Lepas isyak semua ahli jemaah kumpulkan orang yang beri nama untuk iktilat. Malam tu kami terpaksa mentaakhirkan makan malam kerana makanan sudah tak cukup dan kita terpaksa melayan mereka yang kehausan agama, jadi kitalah kena ajar mereka. Pendek cerita kami makan malam lewat dan terus tidur, teramatlah letih satu hari tak rehat tapi seronok kerana dapat tiru macam sahabat nabi saw..

Pendek ceter besuk subuh ramai yang datang solat subuh, lepas bayan subuh pesan kepada mereka datang jam 8 pagi, sempatlah kami makan pagi, sebelum jam 8 pagi mereka dah sampai siap bawa petai, jering dan ulaman untuk jemaah makan, lepas mesyuarat kami bentuk jemaah khususi untuk pergi semua rumah-rumah dikampong tu.Kami tinggal disitu saya tak ingat berapa hari tapi lebih dari 4 hari, setiap hari kami tak pernah tidur siang kerana mengajar mereka solat.

Dalam masa tu semua rumah kami tak tinggal semua kami ziarah dan jumpa penghuninya dan semua mereka datang ke masjid. 11 orang telah azam untuk keluar 40 hari di Medan. Mereka kurang wang perbelanjaan untuk keluar 40hari tapi kami mesyuareat dengan dengan cara membeli ayam, beras dan apa sahaja yang jemaah boleh guna, semua makanan yg kami beli itu pun untuk ikram mereka makan,kerana mereka bersama kami dari pagi sampai malam dan makan bersama kami. Masa khususi saya teringat sampai sekarang bila saya dan seorang tempatan khususi sebuah rumah yang jauh terpencil dari kampong, rumahnya amat kecil dan uzur, bila saya sampai dan rahbar memberi salam, saya lihat seorang lelaki separuh umur membuka pintu, setelah diterangkan saya ini bapak dari Malaysia dalam dialek batak yg saya tak faham, maka dia terus meluru pada saya dan memelok saya sambil menangis dan ia berkata “bapa selama ini tiada seorang pun yang sudi datang kerumah saya kerana kemiskinan saya tapi hari ini saya syukur kerana bapak dari Malaysia datang jumpa saya dirumah yang buruk ini” itulah kurang lebih dialognya pada saya.

Saya terangkan maksud kedatangan kami, tanpa banyak soal dia terus salin pakaian terus ikut kami ke masjid, dia merupakan orang yang terakhir kami jumpa. Selama beberapa hari kami di situ hubungan kami dengan penduduk kampong rupanya dah mesra , tak kira lelaki wanita dan kanak-kanak. Mereka cukup gembira selama kami berada disitu, mereka melayan kami, berhasrat untuk memberi makan pada kami tapi mereka miskin, yang mereka mampu beri kami makan ialah Petai dan jering dan ulaman , ubi kayu itu saja tapi mereka ikhlas ikram kami.

Masa untuk kami pulang keMedan dah tiba, pada pagi hari yang kami nak berangkat ke Medan membawa jemaah tunai 40 hari keMedan seramai 11 orang menjadi kenyataan, semua penduduk datang ke masjid lelaki perempuan dan kanak2, setelah berkumpul amersab sendiri telah beri bayan hidayat dan adab perjalanan pada jemaah. Disinilah suasan sedih dan pilu menyelubungi penduduk tempatan dan ahli jemaah, semuanya menagis dan apabila amersab mula berdoa semua orang tanpa segan silu menangis berhamburan air mata sungguh2 termasuk kanak2. Apabila habis doa kami turun dari masjid untuk balik ke Medan semua penduduk berbaris untuk bersalam (wanita tidak salam dengan kami kerana amersab dah terangkan pada mereka tak boleh salam dengan lelaki bukan muhram) dengan tangisan berpanjangan.

Selesai salam kami pun berjalan sehinggalah sampai ke sekolah tadika mubaligh kristian. Sampai sahaja kami disitu, kanak2 tadika dah siap berbaris menyambut dan bersalaman dengan kami sambil menangis, kami apalagi lihat saja kanak kanak tadika ini menangis terus saja menagis lagi kerana belas kasiahan pada mereka ya g haus pada agama, jadi kami doa semuga 11 orang yng ikit kami tunai 40hari akan menjadi aset untuk usaha agama disitu.

Setahun selepas itu di malam markas Masjid India Kuala Lumpur ada bayan daripada jemaah 4 bulan dari Indonesia, selepas bayan taskil dibuat dihadapan termasuklah ahli jemaah mereka, takdir Allah dihadapan saya ada seorang ahli jemaah tersebut, dia pun sebuk taskil kiri kanan depan belakang, bila ditoleh kebelakang, saya tunduk kepala kerana akan ditaskil, terkejut saya apabila dia peluk saya dan sambil menyebut nama saya “Pak musa” bila saya pandang rupanya dia adalah salah seorang dari yang 11 orang keluar 40 hari dulu, sekarang sedang keluar 4 bulan di Malaysia. Dia beri karguzari masjid tempatnya itu telah jadi morhalah yang kuat dan kerja amat maju, sebulan sekali mereka turun ke Medan untuk keluar 3hari, 11 orang dulu tu menjadi tonggak kerja disana.

Begitulah bila usaha atas agama dibuat sungguh-sungguh puak yang dahulunya tak kenal agama dan makan orang lagi, boleh jadi dae yang ikhlas pada Allah, semuga Allah terima kita dan seluruh umat nabi saw untuk buat korbanan diri dan harta atas agama Allah swt.

Tiga Juta Umat Islam Hadir pada Ijtima Dunia Jamaah Tabligh


Sekitar 3 juta umat Islam pada hari Ahad kemarin (24/1) mengakhiri “muktamar umat Islam dunia” di tepi sungai Turag kota Tongi, 20 km sebelah utara ibukota Dakha Bangladesh dan acara mukatamar ini merupakan pertemuan umat Islam terbesar kedua di dunia setelah ibadah Haji.

Acara muktamar yang diselenggarakan oleh Jamaah Tabligh ini, memfokuskan pada ceramah-ceramah agama (atau diistilahkan dengan “bayan” oleh Jamaah Tabligh) yang mengajak umat Islam untuk menjalankan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari mereka, melaksanakan sholat, bermuhasabah dan mendiskusikan isu-isu yang menitik beratkan pada dimensi spiritual Islam serta mencari jalan keluarnya dengan cara berdakwah menyebarkan nilai-nilai Islam dan mengkampanyekan perdamaian dunia tanpa membicarakan hal-hal yang berbau politik.

Muktamar umat Islam dunia atau lebih dikenal dikalangan Jamaah tabligh dengan istilah “Ijtima’ Dunia” dalam bahasa Bangladesh disebut “Bishwa Ijtima”, merupakan acara tahunan rutin dari rangkaian program kegiatan dakwah Jamaah Tabligh.

Bishwa Ijtima dilaporkan pertama kali diadakan pada tahun 1966 atas prakarsa seorang ulama India yang juga merupakan konseptor Jamaah Tabligh – Syaikh Maulana Ilyas. Awalnya Syaikh Maulana Ilyas memulai kegiatan Bishwa Ijtima dengan sekelompok kecil masyarakat Muslim yang peduli dengan umat Islam dan berkumpul di sebuah masjid di Tongi dan atas usaha dakwahnya, saat ini Bishwa Ijtima bisa dihadiri oleh jutaan umat Islam yang datang dari seluruh dunia dan dalam beberapa tahun terakhir Ijtima tersebut menjadi pertemuan umat Islam dunia terbesar kedua setelah ibadah Haji.

Selama empat puluh tahun lebih, Tongi telah menjadi lokasi tempat berlangsungnya acara Ijtima, meskipun acara sejenis diselenggarakan juga pada skala yang lebih kecil di negara-negara lain.

Acara pertemuan Jamaah Tabligh seluruh dunia ini dimulai pada hari Kamis lalu (22/1) selama 3 hari berturut-turut dan berakhir pada hari Ahad kemarin (24/1), beberapa tokoh penting tampak hadir dalam acara ini termasuk Perdana Mentri Bangladesh Sheikh Hasina dan salah seorang pemimpin oposisi Bangladesh, Khalida Zia.

Program Ijtima berakhir ditandai dengan acara “Akheri Munajat” atau doa terakhir yang dipimpin oleh seorang Ulama Jamaah Tabligh. Untuk Ijtima kali ini, sempat terjadi insiden dengan wafatnya 3 orang peserta pada pagi hari pada hari terakhir acara.(fq/iol)