Jumat, 04 Oktober 2013

IMAN YAKIN

Kalimah iman adalah Laa ilaaha illallah.

Maksud dari iman adalah mengeluarkan keyakinan terhadap makhluk (ciptaan Allah), dari dalam hati kita  dan memasukkan keyakinan hanya kepada Allah (Al Kholiq - pencipta), kedalam hati kita.  Sehingga hati kita yakin bahwa semua makhluk tidak dapat memberi manfaat ataupun  mudharat tanpa izin dari Allah Swt.
(lihat Qs. Al Qashash: 88)

Iman, letaknya ada didalam hati.
Ditamsilkan ulama, sebagaimana tulisan api, gambar api, dan api sungguhan.  Tulisan api dan gambar api, walaupun besar dan menyala-nyala, tidak akan membakar. Tapi setitik api sungguhan, akan membakar kulit. 

Demikian juga iman, kalau hanya ada dalam ucapan, tulisan, spanduk-spanduk saja, tidak akan bermanfaat. Iman harus diletakkan didalam hati, inilah iman yang sesungguhnya.

Sebagaimana kisah Nabi Ibrahim As. (bapak tauhid).  Hari-hari mendakwahkan kepada umatnya, "Quluu laa ilaaha illallaah tuflihuun!"    Semua orang menentangnya.  Raja Namrud La.*, Azhar (bapaknya Ibrahim), dan semua orang ketika itu.  Semua orang telah yakin, bahwa masalah-masalah mereka dapat diselesaikan / ditolong oleh 360 berhala sebagai tuhannya.  Sampai Nabiyullah Ibrahim dibakar.

Raja Namrud La. perintahkan prajuritnya mengumpulkan kayu bakar sampai menggunung.  Luas tumpukan kayu tersebut sampai 1 ha.  Ketika api dinyalakan, panasnya mencapai 200 m. dari lokasi.  Azhar mengusulkan agar Ibrahim dilemparkan kedalam api dengan manjaniq (alat semacam ketepel), Azhar sendiri yang melemparkan Ibrahim kedalam kobaran api.
Malaikat Hujan, Malaikat Angin, sampai Malaikat Jibril, menawarkan bantuan kepada Ibrahim As.

Inilah ujian iman!  Ketika semua orang menentangnya, sampai semua keadaan mendukungnya, Nabiyullah Ibrahim tetap tawakkal kepada Allah.  Beliau berkata, "Cukuplah Allah sebagai penolongku."

Bagi orang yang imannya lurus, Allah akan tundukkan alam ini (termasuk gunung, besi, api, air, angin), untuk berkhidmad kepadanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar